Electric shock!!! Electric car is approaching!


Day8 of #15HariCeritaEnergi is hereeeee errrrrbody!! Half way to go yay!

What I wanna discuss today is electric car and the other type of vehicle based on electricity. Surprisingly, Ministry of Energy and and Mineral Resource just shared some facts about it through its social media account, such as Twitter (you can catch it on @KementerianESDM). So today, I’ll just mostly share the information from the @KementerianESDM (maybe some of you haven’t read it yet), but if it’s possible I’ll give further explanation based on another sources.

I am positive that some of us already have known, or at least, have heard something so called electric car, especially for those who have interest in technology and vehicles. In the world, several countries already paid attention to this kinda vehicle. Even, there are six countries planned stop using conventional vehicles (those which use diesel and gasolin as the fuel). Those six countries are Norwegia, planned to stop using conventional vehicle by 2025, Germany by 2030, France by 2040, UK by 2030, USA bu 2030 and India by 2030 as well. The plans to stop the conventional vehicle usage didn’t come up for instance, but there are some reasons behind. The main reason is for encouraging the use of renewable and conservative energy. The use of electric car will be so much valueble if it based on renewable energy instead of conventional energy (the electric source produced by conventional energy based). Also, for the better environment since it has minimum emission and better economy because we don’t need to import oil-fuel as much as nowadays.

If we take Jakarta as a sample, we can see the urgency of electric car based on new and renewable energy. Why? Because, the air pollution in Jakarta nowadays is so unbearable. Based on the data of Ministry of Environment and Forestry, 3 out of 6 regions in Jakarta are in a bad polluted, which is indicated by having high of ISPU (Indeks Standard Pencemaran Udara). This problem can’t be avoided since Jakarta is the industrial city and has huge number of vehicle fulfilled it. That's why, eco-friendly transportation is absolutely needed, at least to minimize the risk of worse air pollution.

The government itself, from President (Mr.Joko Widodo), Ministry of Energy and Mineral Resource, Minister of Transportation, Ministry of Research and Technology, Ministry of Industry, Minisrty of Finance, and PLN are being supportive for this developing electric use in Indonesia by 2020. The government has been trying to make it real by providing some supported policies, preparing the infrastructure such as the station for recharge the battery of the car (Stasiun Pengisian Listrik Umum) and so on. The government even already set goals for this issue through the RUEN (Rencana Umum Energi Nasional). Here the details.
  • Ministry of Research and Technology, expected to develop and expand electric vehicles, till it’s ready to be comercialized.
  • Ministry of Industry, expected to build electric and hybrid-based transportation industry all over the country.
  • Ministry of Industry alongside with Ministry of Transportation, expected to develop electric and hybrid-based vehicles by 2025, as many as 2200 for 4-wheels type and 2,1 million for 2-wheels type of vehicle.
  • Ministry of Transportation, expected to gradually increase the proportion of electric vehicle as the public transportation, which is 10 percent of the total number of public transportation vehicle.
  •  Ministry of Finance, expected to make proper fiscal policies related to this.
  • Ministry of Energy and Mineral Resource, expected to gradually build the system dan SPLU for electric vehicle as many as 1000 units by 2025.

As I have read on http://www.kemenperin.go.id/artikel/5399/Mobil-Listrik-Dibanderol-Rp75-150-Juta ,there are two factories who are willing to produce the electric car. The factories planned to sell th electric car in range of price 75-150 million rupiah. But, I personally think, we should involve the vocational students in related major to participate in producing the electric car. Besides to implement their knowledge in real life, it can be be optimize the fresh labor force (those who just graduated from vocational school, which expected to work directly instead of study in university). Also, the issue of electric car was firstly heard in Indonesia because of the innovation vocational students years ago. It spread through the mass media that almost all Indonesian had known it, but unfortunately it slowly disappear by the time. We do hope that this time, the hope will come true. So guys, are you excited to use the electric vehicle? The electric car? Because I am hahahaha.



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
=========================================================================
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini adalah hari ke delapan dari #15HariCeritaEnergi. Sudah setengah jalan yeaaayyyyyyyy!

Apa yang aku mau diskusikan hari ini adalah mobil listrik dan jenis kendaraan lain yang berbasis listrik. Kebetulan sekali, hari ini Kementerian ESDM baru saja share tentang mobil listrik melalui sosial media, termasuk Twitter (@KementerianESDM). Jadi hari ini aku hanya akan membagikan ulang apa yang sudah dibagikan oleh Kementerian ESDM (mungkin sebagian dari kalian ada yang belum membacanya), dan jika memungkinkan aku akan menambahkan infromasi tambahan dari sumber lain.

Aku yakin sebagian besar dari kita sudah tahu, atau setidaknya pernah mendengar, yang namanya mobil listrik, terutama buat para penggemar teknologi dan mobil ya. Saat ini di dunia, beberapa negara sudah memberikan perhatian khusus untuk keberadaan mobil litrik, bahkan ada enam negara berdasarkan @KementerianESDM yang merencanakan untuk berhenti menggunakan kendaraan konvensional yang menggunakan bahan bakar solar dan bensin. Enam negara tersebut adalah Norwegia yang merencanakan untuk berhenti menggunakan kendaraan konvensional pada tahun 2025, Jerman pada tahun 2030, Perancis pada tahun 2020, Inggris pada 2030, Amerika pada 2030 dan India pada tahun 2030 juga. Rencana ini bukanlah rencana dadakan, tetu ada banyak alasan dibalik perencanaan tersebut. Alasan utamanya tentu adalah untuk mendorong penggunaan kendaraan berbasis energi terbarukan dan penghematan energi. Penggunaan kendaraan listrik, termasuk mobil listrik akan sangat bermanfaat jika sumber listrik yang digunakan berasal dari pembangkit listrik dari energi baru dan terbarukan, bukan energi konvensional. Selain itu, alasan lainnya adalah agara lingkungan menjadi lebih baik mengingat emisi yang dihasilkan dari kendaraan listrik sangat minim, juga untuk penghematan energi sehingga tidak perlu mengimpor BBM dari negara lain.

Jika jika ambil contoh Jakarta sebagai sampel di Indonesia, maka kita akan dapat melihat urgensi penggunaan kendaraan listrik itu sendiri secara lebih jelas. Kenapa? Karena saat ini polusi udara di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 3 dari 6 kota di Jakarta memiliki kualitas udara yang buruk (tidak sehat karena tercemar). Hal ini ditunjukkan dengan tingginya ISPU. Masalah ini sulit dihindari karena Jakarta memang sebagai kota industri yang juga dipenuhi oleh kendaraan dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, kendaraan yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan, minimal untuk mengurangi atau menghambat pencemaran lingkungan yang lebih parah.

Ditinjau dari sisi pemerintah, pihak pemerintah mulai dari Presiden, Bapak Joko Widodo hingga beberapa kementerian terkait sangat mendukung dengan adanya gagasan mengenai penggunaan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2020. Pemerintah sudah mulai mengusahakan upaya-upaya yang sekiranya dapat mendukung penerapan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari persiapan peraturan hingga infrastruktur yang mendukung. Melalui RUEN, pemerintah sudah menetapkan beberapa target terkait hal ini. Berikut adalah rinciannya.
  • Kemenristek diharapkan mampu mengembangkan kendaraan listrik hingga siap dikomersialkan.
  • Kemenperin diharapkan mulai membangun industri transportasi berbasis listrik dan hybrid dari hulu ke hilir.
  • Kemenperin bersama dengan Kemenhub diharapkan dapat mengembangkan kendaraan listrik dan kendaraan hybrid pada tahun 2025, sehingga pada tahun tersebut diharapkan sudah ada 2200 kendaraan roda empat dan 2,1 juta kendaraan roda dua berbasis listrik/hybrid.
  • Kemenhub diharapkan untuk meningkatkan proporsi kendaraan listik sebagai alat transportasi publik secara bertahap, yaitu nantinya diharapkan 10 persen dari total kendaraan transportasi merupakan kendaraan berbasis listrik.
  • Kementerian keuangan diharapkan membuat kebijakan fiskal yang mendukung.
  • Kementerian ESDM diharapkan untuk membangun secara bertahap SPLU untuk kendaraan listrik, yaitu sebanyak 1000 unit pada tahun 2025.
seperti yang aku baca di http://www.kemenperin.go.id/artikel/5399/Mobil-Listrik-Dibanderol-Rp75-150-Juta, sudah ada dua perusahaan yang bersedia memproduksi mobil listrik, di mana kedua perusahaan tersebut akan menjual mobil listrik pada kisaran harga 75-150 juta per unitnya. Tapi, aku pribadi berpendapat bahwa pemerintah tetap harus melibatkan anak-anak SMK atau lulusan SMK dengan jurusan terkait ,seperti mesin atau elektro, untuk ambil bagian dalam pengembangan kendaraan listrik ini. Mengapa? Karena, dengan melibatkan mereka, aku pikir itu akan berdampak positif pada mereka dan juga ekonomi nasional secara makro. Pertama, mereka akan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat di sekolah, serta apabila mereka diikutsertakan dalam proyek ini maka pengurangan pengangguran dari lulusan SMK yang baru saja lulus dapat ditekan secara optimal. Terlebih, bagi orang awam, isu mobil listrik justru pertama kali didengar karena inovasi anak-anak SMK beberapa tahun yang lalu, yang dulu tersebar luas melalui media massa namun lambat launmenjadi tak lagi terdengar.

Aku sudah tidak sabar menunggu keberadaan mobil listrik dan jenis kendaraan lainnya yang berbasis listrik si tengah-tengah kita. Woooo super exciteddddd. Makanya, yuk #DukungMobilListrik !!

Untuk informasi lebih lanjut silakan cek di www.esdm.go.id ya guys hehehe. Good night sweethearts!!!!



Comments

Popular Posts